Meraih Sukses Dengan Laporan Keuangan

Meraih Sukses Dengan Laporan Keuangan

meraih-sukses-dengan-laporan-keuangan

Dalam bulan Februari dan Maret 2012 ini, hampir semua perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan laporan keuangan 2011. Tentu saja, para investor dan pelaku pasar lainnya sedang berha rap cemas menantikan penerbitan tersebut. Maklum, laporan keuangan merupakan lensa atau video bisnis yang menyajikan secara utuh tentang posisi dan kinerja keuangan pada suatu perusahaan. Dari laporan keuangan, para pihak juga bisa menilai dan memprediksikan potensi risiko dan prospek perusahaan di masa datang sebelum mengambil keputusan investasi, kredit dan keputusan ekonomi lainnya.

Namun selama ini, sering muncul pernyataan dari sejumlah pengamat pasar modal bahwa kebanyakan investor di Indonesia masih”bodoh”dalam membaca dan menggunakan laporan keuangan. Meskipun laporan keuangan merupakan “lensa bisnis”yang mengungkap berbagai sinyal terkait dengan posisi dan kinerja keuangan, nilai bisnis dan nilai perusahaan, risiko dan prospek bisnis, kualitas manajemen dan lainnya, namun kebanyakan investor dan analis sekuritas tidak menggunakan laporan keuangan untuk keputusan investasi. Kebanyakan mereka hanya mencermati kinerja laba periodik.

Berkenaan dengan hal itu, tulisan ini mengedukasi para investor, calon investor dan pelaku pasar lainnya untuk membaca makna, sinyal dan implikasi dari angka­angka laporan keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Namun sebelum membahas hal tersebut, saya paparkan terlebih dulu kisah inspiratif investor Warren Buffett, orang terkaya ketiga dunia saat ini. la menjadi kaya raya karena mengandalkan laporan keuangan sebagai basis dalam pengambilan keputusan investasi dan bisnisnya.

Buffett mengandalkan laporan keuangan

Banyak investor dan pelaku pasar mungkin tidak banyak mengetahui bahwa salah satu orang terkaya di dunia saat ini, yaitu Warren Buffett, adalah investor yang mengandalkan laporan keuangan sebagai basis pertimbangan keputusan investasi sebelum menanamkan dananya pada suatu korporasi.

Berbekal pengalaman kerjanya sebagai analis, Buffett menjadikan laporan keuangan sebagai basis untuk mengidentifikasi dan mencan perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (durable competitive advantage). Hanya perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut yang dijadikan target investasi. Dalam beberapa tahun atau puluhan tahur kemudian, nilai pasar perusahaan yang dibelinya meningkat ratusan bahkan ribuan persen. Itulah yang membuat Warren kaya raya tanpa harus bekerja keras setiap tahunnya (Buffett dan Clark, 2008).

Berdasarkan pengalamannya sebagai analis, investor dan menjad orang terkaya, Buffett memberi ka n nasihat bijak sebagai berikut: “You have to understand accounting and you have to understand the nuances of accounting. It’s the language of business and it’s an imperfect language, but unless you are willing to put in the effort to learn accounting-how to read and interpret financial statements-you really shouldn’t select stocks yourself.”

Dalam buku “Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements” (Buffett dan Clark, 2008), dijelaskan bahwa ada dua rahasia besar (great revelations) yang membuat Buffett jadi orang terkaya. Buffett selalu memfokuskan pada pertanyaan:Apa saja jenis perusahaan atau bisnis yang akan membuat investasinya menjadi terbaik dan akan menghasilkan banyak uang dalam jangka panjang?

Berdasarkan pertanyaan tersebut, Buffett mengembangkan wealth-investment strategy dengan memfokuskan analisis untuk menjawab dua pertanyaan berikut: 1) Bagaimana Anda (investor) mengindentifikasi suatu exceptional company dengan tingkat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (durable)? dan 2) bagaimana menilai suatu perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang dapat bertahan lama?

Untuk bisa mengidentifikasi dan menilai suatu perusahaan yang masuk dalam kategori “exceptional company”dan memiliki durable competitive advantage adalah dengan menggunakan laporan keuangan. Laporan keuangan bisa mengungkap dan menjelaskan bagaimana perusahaan tersebut bekerja, bagaimana kinerja, risiko dan prospeknya, mengapa ukuran perusahaan kian membesar atau mengecil, dan lainnya.

Singkatnya, sebelum memilih perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kriteria “superstar” untuk investasi, Buffett memulainya dengan mempelajari laporan keuangan. Perspektifnya adalah apa yang menyebabkan perusahaan­perusahaan tersebut menjadi demikian fantastis dalam jangka waktu yang panjang. Hanya perusahaan-perusahaan “superstar” yang memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka panjang yang dipilihnya.

Ada tiga kriteria bisnis perusahaan “superstar” yang menjadi target investasi Buffett. Pertama, perusahaan tersebut menjual produk atau jasa yang unik. Kedua, perusahaan tersebut adalah low-cost buyer. Ketiga, perusahaan tersebut adalah penjual produk atau jasa yang publik butuhkan secara konsisten. Perusahaan-perusahaan “superstar” yang tidak memenuhi tiga persyaratan tersebut tidak dibelinya.

Untuk menilai suatu perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka waktu yang panjang, Buffett memperhatikan laporan keuangan dan konsistensi pertumbuhan dari angka-angka keuangan yang dilaporkan.

Pendekatan analisis

Untuk pertimbangan keputusan investasi terbaik, investor sebaiknya menggunakan dua teknik analisis laporan keuangan untuk mengidentifikasi sinyal dan implikasi dari angka-angka laporan keuangan dari suatu perusahaan, antarperusahaan dalam industri sejenis maupun antarperusahaan dalam industri berbeda pada suatu tahun atau dari tahun ke tahun (time series).

Teknikpertama adalah teknik cross-sectional, yaitu membandingkan

persentase atau rasio-rasio keuangan antar perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Dua pendekatan yang biasanya digunakan adalah:

  1. 1.    Common-size statements, yaitu angka-angka absolut dari item-item laporan keuangan diubah ke dalam angka-angka relatif atau persentase dengan menjadikan nilai total aset, utang dan ekuitas pemilik, penjualan bersih, biaya dan laba sebagai common-size. Dengan cara tersebut investor bisa membandingkan tingkat kas dan aset lancar, utang jangka pendek dan jangka panjang, ekuitas pemilik, penjualan, biaya dan kemampuan menghasilkan laba antarperusahaan pada satu titik waktu tertentu. Dengan cara tersebut, investor bisa mencermati konsistensi dari angka-angka krusial laporan keuangan antarperusahaan sebelum memilih satu atau lebih perusahan “superstar yang memiliki keunggulan kompetitif dan prospek return investasi yang tinggi.
  2. 2.    Financial ratio analysis yaitu angka-angka laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan yang diperbandingkan pada suatu titik waktu tertentu diubak dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Misalnya, rasio posisi kas, likuiditas, modal kerja/arus kas, struktur modal, debt service coverage, dan profitabilitas (catatan: untuk rumusnya bisa dibaca pada buku-buku analisis laporan keuangan atau manajemen keuangan). Dengan cara tersebut, investor bisa membandingkan kemampuan posisi kas atau aset lancar dari masing-masing perusahan dalam menyelesaikan utang-utang jangka pendeknya, melanjutkan operasi bisnis dan membayar dividen. Atau, bisa membandingkan kemampuan bisnis dari masing-masing perusahaan untuk menghasilkan laba, meningkatkan nilai ekuitas pemegang saham dan bagaimana kualitas manajemen dalam mengelola aset perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan cara tersebut, investor bisa mencermati konsistensi dari kinerja rasio-rasio keuangan antarperusahaan sebelum memilih satu atau lebih perusahaan “superstar”yang memiliki keunggulan kompetitif dan prospek return investasi yang tinggi untuk target investasi.

Teknik kedua adalah teknik time series, yaitu membandingkan tren angka-angka laporan keuangan atau rasio-rasio keuangan dari suatu perusahaan dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk memastikan persistensi atau konsistensi dari posisi dan kinerja keuangan serta risiko dan prospek bisnis suatu perusahaan apakah bisa menjadi “superstaryang akan memberikan keunggulan kompetitif dan return investasi yang tinggi di masa depan bila dijadikan target investasi. Untuk bisa memastikan hal tersebut, investor sebaiknya membentuk portofolio perusahaan yang dinilai masuk dalam kategori perusahaan “superstar’

Memaknai “sinyal” laporan keuangan

Hasil analisis rasio-rasio keuangan dengan menggunakan teknik cross-sectional maupun time-series memiliki multisinyal bagi para pemakainya sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

Bagi investor, ada beberapa rasio keuangan krusial yang perlu dianalisis dan dijadikan basis keputusan investasi.

Pertama, rasio operating profit marging/OPM (laba operasi = penjualan x 100) dan net profit margin/NPM (laba bersih=penjualan x 100). Rasio OPM memberi sinyal tentang apakah core business suatu perusahaan menguntungkan atau tidak secara permanen. Sedangkan, NPM memberi sinyal tentang kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba bersih pada suatu periode yang akan meningkatkan atau menurunkan nilai ekuitas pemegang saham. Semakin besar rasio OPM dan NPM dan apalagi kian persisten dari waktu ke waktu, maka perusahaan tersebut layakjadi “superstar” investasi. Demikian pula sebaliknya.

Kedua, rasio return on equity/ROE (laba bersih : ekuitas pemilik x 100). Rasio ROE memberi sinyal tentang kemampulabaan (profitability) bisnis suatu perusahaan untuk meningkatkan nilai ekuitas pemilik atau pemegang saham. ROE yang semakin tinggi dan persisten menunjukkan bahwa perusahaan tersebut secara bisnis sangat menguntungkan dan layakjadi target investasi.

Ketiga, rasio return on asset/ROA (laba bersih : aset x 100). Rasio ROA memberi sinyal tentang efektivitas kemampuan manajemen atau direksi dalam mengelola aset perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan demikian, ROA yang positif dan kian meningkat mencerminkan bahwa kualitas manajemennya bagus sehingga perusahaan tersebut layakjadi “superstar” investasi. Namun jika ROE-nya cenderung menurun, maka manajemennya layak diganti atau perusahaan tersebut perlu dihindari untuk jadi target investasi.

Keempat, debt to asset ratio /DAR (hutang : aset x 100). Rasio ini memberi sinyal tentang seberapa besar komposisi utang dalam aset perusahaan. Semakin besar dan meningkat rasio DAR suatu perusahaan memberi sinyal bahwa risiko keuangan perusahaan tersebut semakin besar pula sehingga layak dihindari untuk target investasi. Bila investor nekat, maka dana investasinya akan digunakan untuk membayar utang sehingga peluang untuk mendapatkan dividen dalam waktu tertentu akan sangat sulit. Demikian sebaliknya.

Kelima, debt to equity ratio/DER (hutang : ekuitas x 100%). DER memberi sinyal tentang komposisi “pengaruh”kreditur dan pemegang saham atau investor dalam struktur aset perusahaan. Semakin besar DER memberi sinyal semakin besar pula pengaruh kreditur dibanding investor dalam perusahaan.

Konsekuensinya, risiko finansial perusahaan semakin tinggi dan bisa terancaman kesulitan keuangan kapan saja. Perusahaan-perusahaan yang memiliki DER tinggi sebaiknya dihindari. Carilah perusahaan yang memiliki DER yang rendah untuk target investasi.

Di samping rasio-rasio krusial tersebut di atas, para investor sebaiknya juga menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya untuk”membedah”kekuatan dan kelemahan serta risiko dan prospek bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang. Rasio-rasio yang bisa digunakan antara lain rasio likuditas, modal kerja, asset turnover dan lainnya.

Apabila sudah membedah “isu perut” perusahaan melalui analisis laporan keuangan maka sebelum menentukan pilihan investasi pada suatu perusahaan, investor juga perlu mencermati dan menganalisis price-earnings ratio (PER) dan price-book value ratio (PBVR). Dua rasio tersebut adalah rasio gabungan antara bottom-line dari laporan keuangan dan nilai pasar perusahaan. Pilihlah perusahaan dengan PER dan PBVR yang rendah. Alasannya, potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis (laba) dan harga sahamnya, serta membagikan jumlah dividen yang semakin meningkat jauh lebih besar dibanding perusahaan dengan PER dan PBVR yang tinggi.

Dengan mengombinasikan rasio­rasio keuangan dan rasio-rasio pasa – (PER, PBVR) secara optimal, saya yakin para investor bisa memilih secara tepat “superstar”perusahaa­yang mampu memberi durable competitive advantage dan return investasi yang besar seperti yang sudah dinikmati Warren Buffett. Semoga menjadi investor yang sukses luar biasa pada tahun 2012 ini!

3 Responses to Meraih Sukses Dengan Laporan Keuangan

  1. Jeanette says:

    Cool blog,looking to communicate

  2. yayak says:

    ini artikel yang saya cari… coba dulu ah step by step

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Sebagai instrumen investasi, emas dipandang sebagai “bekal” masa depan yang cenderung aman. Apa yang harus kita lakukan untuk berinvestasi emas di tahun 2012 ini?

Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Tahun 2011 lalu, emas sempat menjadi “wabah’: Banyak orang yang tergiur dengan kehebatan emas yang bisa menghasilkan keuntungan berlipat. Ada yang sifatnya spekulan. Ada pula yang coba-coba sebagai pemula. Maka, ketika emas sempat naik ke nilai tertinggi di bulan September 2011, banyak orang langsung memborong emas. Hasilnya, sebagian kecewa karena kenaikan yang cukup signifikan pada bulan sebelumnya, hanya bergerak naik sedikit, dan bahkan sempat turun. Ujungnya, di akhir tahun 2011, nilai investasi emas melandai kembali ke “jalur” normal.

Bagi sebagian orang, emas memang investasi yang sangat menggiurkan. Tapi, sebagaimana komponen investasi lain, emas pun mengalami pasang surut. Karena itu, butuh “keberanian”dan”keuletan”juga saat berinvestasi emas. Apalagi, bagi mereka yang sering berspekulasi jual bell gadai emas.

Bagaimana dengan tahun 2012? Ada banyak prediksi yang menyebutkan komoditas emas akan terus bergejolak. Sebab, perekonomian di Amerika Serikat yang sedang limbung, masyarakat ekonomi Uni Eropa sedang banyak yang terancam bangkrut, hingga perekonomian China yang cenderung melambat, menjadi indikator yang akan sangat berpengaruh terhadap komoditas emas. Lantas, apakah yang sudah telanjur berinvestasi di emas akan merugi—dan sebaliknya, bisa untung berlipat—atau berpacu jantung dengan kondisi emasnya di tahun 2012 yang naik turun?

Banyak pakar yang kerap memprediksi harga emas. Saat kita search di Google pun, akan sangat mudah dijumpai berbagai prediksi dan ramalan. Tapi, semua itu “hanya” ramalan. Bisa jadi cocok, bisa pula meleset. Dan, di sinilah uniknya emas. Semeleset-melesetnya prediksi, harga emas tiap tahun selalu mengalami kenaikan di atas nilai inflasi. Bahkan, menurut pakar keuangan Safir Senduk, saat inflasi naik dua digit, emas akan naik lebih gila-gilaan. Pendapat yang senada juga diungkap oleh perencana keuangan lainnya, Aidil Akbar dan Ligwina Hananto, serta Endy Kurniawan, penulis Think Dinar!

Berikut beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan u ntu k—teta p­berinvestasi emas, bagaimana pun kondisi ekonomi yang terjadi, yang dirangkum dari sejumlah pakar keuangan dari berbagai artikel dan opini mereka di berbagai media…

Harga emas selalu naik

Apa benar? Tidak juga. Di tahun 1980-an dan kisaran tahun 2008 lalu, harga emas cenderung turun dari harga-harga sebelumnya. Tapi, untuk jangka panjang, teori ini memang benar. Saat krisis moneter tahun 1997/1998, ongkos naik haji saat itu setara dengan emas murni 24 karat 99,99% sekitar 200 gram-an atau senilai sekitar Rp20 jutaan. Sementara, saat itu jika kita ingat, nilai dolar Amerika yang konon jadi standar mata uang lainnya di dunia mencapai Rp15 ribuan per dolar. Bagaimana dengan kondisi saat ini atau sekitar 14 tahun kemudian? Saat ini, dengan harga emas di kisaran Rp500 ribuan per gram, ongkos naik haji sekitar Rp31 jutaan yang berarti hanya butuh emas seberat 62 gram! Bandingkar dengan nilai dolar. Jika pada tahur 1997/1998 nilai dolar—katakan berkisar Rp12 ribuan—maka biaya naik haji saat itu sekitar US$1666. Sedangkan saat ini ketika dolar berkisar di angka Rp9 ribuan, make. ongkos naik haji setara sekitar US$3400-an. Bisa dibandingkan perbedaan yang sangat signifikar antara nilai dolar Amerika dan emas dunia.

Emas adalah “mata uang” yang diterima di seluruh dunia

Kabar balk lain seputar investasi emas adalah nilainya diakui hampir merata di seluruh dunia. Memang, tiap negara mungkin punya perbedaan selisih harga sesuai dengan permintaan setempat dan budaya yang berbeda-beda pula dalam memperlakukan emas. Tapi, jika dirata-rata, nilainya tak akan beda jauh antara negara satu dengan yang lainnya. Sehingga, emas bisa digunakan sebagai “mata uang”yang berlaku internasional.

Mudah didapat dan minim biaya perawatan

Emas cenderung mudah didapat di mana saja dan kapan saja. Selain itu, emas juga minim perawatan. Hanya saja, tingkat keamanannya memang perlu Iebih diperhatikan. Namun, secara keseluruhan, emas Iebih mudah penyimpanannya. Bandingkan misalnya dengan properti sekalipun, yang juga memiliki kenaikan harga sama signifikannya dengan emas. Properti yang tidak ditinggali lebih mudah rusak. Bahkan, yang dikontrakkan untuk mendatangkan passive income sekalipun, sering kali harus dirawat karena penyewanya acap kali ceroboh.

Emas cenderung Iebih mudah dijangkau biaya investasinya

Meski terus naik—juga kadang turun—biaya untuk investasi emas Iebih mudah terjangkau dengan investasi berapa pun. Apalagi saat ini, banyak sekali model investasi emas dengan sistem gadai, kredit, dan aneka bentuk investasi lainnya. Di pasaran, emas dijual dalam bentuk gram terkecil—bahkan dulu ada yang 1 gram, meski saat ini

sudah sangat jarang—hingga ke bentuk kiloan. Dengan gaji standar UMR pun—misal Rp1,2 juta—bisa disisihkan misalnya Rp100 ribu per bulan untuk mencicil emas dengan sistem kredit di bank-bank syariah yang kini banyak menyediakan jasa kredit emas.

Emas mudah dicairkan

Untuk biaya-biaya darurat, investasi emas mudah diperjualbelikan. Selain itu, bagi yang butuh modal bisnis, emas juga bisa “dilipatgandakan”, tentu dengan risiko yang diukur sebelumnya. Misalnya, untuk modal bisnis di awal tahun 2012 butuh Rp30 juta dengan menggadaikan emas seberat 70 gram. Biasanya, biaya per bulan dihitung dari uang yang dipinjam berkisar 1,5-2 persenan. Maka, jika bisnis butuh enam bulan untuk mendapat keuntungan sebesar 30%, atau setara Rp9 jutaan, artinya ongkos pinjamnya “hanya” 2% x 6 bulan atau 12% yang setara dengan angka Rp3,6 juta. Berarti untung bersih usaha dikurangi biaya gadai emas sekitar Rp5,4 juta—tentu, jika usaha itu benar-benar untung. Bagaimana bila usaha belum untung?

Jika itu yang terjadi, emas masih bisa jadi “penyeimbang”. Jika sesuai dengan perkiraan—sekali lagi ini adalah perkiraan berdasar tahun­tahun sebelumnya—jika kenaikan emas setahun rata-rata 20%, maka nilai 6 bulan sekitar 10%. Jadi jika emas yang kita gadaikan 70 gram di awal tahun senilai Rp500 ribu x 70 gr = Rp35 jutaan, maka di enam bulan berikutnya kira-kira sudah naik

10± menjadi sekitar Rp38,5 jutaan. Artinya, biaya sewa gadai minimal bisa terkurangi dengan angka kenaikan emas yang terjadi.

Sekali lagi, sebagaimana investasi lainnya, emas pun punya risiko. Apalagi, di tahun 2012 yang diperkirakan akan mengalami gejolak karena di Amerika Serikat akan terjadi pemilihan presiden. Belum lagi masalah di Uni Eropa. Jadi, menurut beberapa pakar tersebut, ada baiknya jadikan emas sebagai investasi jangka panjang, dan jangan jadikan sebagai instrumen spekulasi. Jika itu Anda setujui, segera investasikan emas di awal tahun 2012 ini, selagi harga emas masih landai.

Selanjutnya, serahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

Selamat berinvestasi emas….

One Response to Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

About Business Success

“What the Rich Teach the Kids About Money That They’re Not Taught by the Poor and Middle Class! “

About Business Success

About Business Success

You all have made two extraordinary gifts: your mind and your time. It’s up to you to do what you please with them. With every dollar that comes into your hands, you and only you alone have the power to decide your fate. Spend a fool, then you choose to be poor. Spend to liability, then you join the middle class. Invest it in your mind and learn how to acquire assets and you will be choosing wealth as your goal and your future. The choice is yours and yours only. Every day with every dollar, you decide to become rich, poor, or middle-class me.

If you choose to share this knowledge with your children, then you choose to prepare them to enter the world that awaits them. Others will not.

You and the future of your children will be determined by the choices you make now, not tomorrow.

We wish you rich and happy with the amazing gift called life.

One Response to About Business Success

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tentang Usaha Sukses !!!

” Apa Yang Diajarkan Orang Kaya Pada Anak-Anak Mereka Tentang Uang  Yang Tidak Diajarkan Oleh Orang Miskin Dan Kelas Menengah! “

Tentang Usaha Sukses

Tentang Usaha Sukses

Anda semua telah diberi dua anugerah luar biasa: pikiran anda dan waktu anda. Terserah pada anda untuk melakukan apa yang anda senangi dengan keduanya. Dengan setiap rupiah yang masuk ke tangan anda, anda dan hanya anda sendiri yang mempunyai kekuatan untuk memutuskan nasib anda. Habiskanlah dengan bodoh, maka anda memilih untuk menjadi miskin. Habiskanlah untuk liabilitas, maka anda bergabung dengan kelas menengah. Investasikanlah dalam pikiran anda dan belajarlah bagaimana mendapatkan aset dan anda akan memilih kekayaan sebagai tujuan dan masa depan anda. Pilihan itu ada di tangan anda dan hanya milik anda. Setiap hari dengan setiap rupiah, anda memutuskan untuk menjadi kaya, miskin, atau kelas me nengah.

Kalau anda memilih membagikan pengetahuan ini dengan anak­anak anda, maka anda memilih untuk menyiapkan mereka memasuki dunia yang menantikan mereka. Orang lain tidak akan melakukannya.

Anda dan masa depan anak-anak anda akan ditentukan oleh pilih­an yang anda buat sekarang, bukan besok.

Kami berharap semoga anda kaya raya dan bahagia dengan anu­gerah menakjubkan yang disebut kehidupan.

3 Responses to Tentang Usaha Sukses !!!

  1. puramoz says:

    semuanya butuk kerja keras dan usaha bro,,, positif thinking aja dah,,

  2. yayak says:

    FOKUS FOKUS FOKUS FOKUS FOKUS………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Wordpress Themes