Dalam bulan Februari dan Maret 2012 ini, hampir semua perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan laporan keuangan 2011. Tentu saja, para investor dan pelaku pasar lainnya sedang berha rap cemas menantikan penerbitan tersebut. Maklum, laporan keuangan merupakan lensa atau video bisnis yang menyajikan secara utuh tentang posisi dan kinerja keuangan pada suatu perusahaan. Dari laporan keuangan, para pihak juga bisa menilai dan memprediksikan potensi risiko dan prospek perusahaan di masa datang sebelum mengambil keputusan investasi, kredit dan keputusan ekonomi lainnya.
Namun selama ini, sering muncul pernyataan dari sejumlah pengamat pasar modal bahwa kebanyakan investor di Indonesia masih”bodoh”dalam membaca dan menggunakan laporan keuangan. Meskipun laporan keuangan merupakan “lensa bisnis”yang mengungkap berbagai sinyal terkait dengan posisi dan kinerja keuangan, nilai bisnis dan nilai perusahaan, risiko dan prospek bisnis, kualitas manajemen dan lainnya, namun kebanyakan investor dan analis sekuritas tidak menggunakan laporan keuangan untuk keputusan investasi. Kebanyakan mereka hanya mencermati kinerja laba periodik.
Berkenaan dengan hal itu, tulisan ini mengedukasi para investor, calon investor dan pelaku pasar lainnya untuk membaca makna, sinyal dan implikasi dari angkaangka laporan keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Namun sebelum membahas hal tersebut, saya paparkan terlebih dulu kisah inspiratif investor Warren Buffett, orang terkaya ketiga dunia saat ini. la menjadi kaya raya karena mengandalkan laporan keuangan sebagai basis dalam pengambilan keputusan investasi dan bisnisnya.
Buffett mengandalkan laporan keuangan
Banyak investor dan pelaku pasar mungkin tidak banyak mengetahui bahwa salah satu orang terkaya di dunia saat ini, yaitu Warren Buffett, adalah investor yang mengandalkan laporan keuangan sebagai basis pertimbangan keputusan investasi sebelum menanamkan dananya pada suatu korporasi.
Berbekal pengalaman kerjanya sebagai analis, Buffett menjadikan laporan keuangan sebagai basis untuk mengidentifikasi dan mencan perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (durable competitive advantage). Hanya perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut yang dijadikan target investasi. Dalam beberapa tahun atau puluhan tahur kemudian, nilai pasar perusahaan yang dibelinya meningkat ratusan bahkan ribuan persen. Itulah yang membuat Warren kaya raya tanpa harus bekerja keras setiap tahunnya (Buffett dan Clark, 2008).
Berdasarkan pengalamannya sebagai analis, investor dan menjad orang terkaya, Buffett memberi ka n nasihat bijak sebagai berikut: “You have to understand accounting and you have to understand the nuances of accounting. It’s the language of business and it’s an imperfect language, but unless you are willing to put in the effort to learn accounting-how to read and interpret financial statements-you really shouldn’t select stocks yourself.”
Dalam buku “Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements” (Buffett dan Clark, 2008), dijelaskan bahwa ada dua rahasia besar (great revelations) yang membuat Buffett jadi orang terkaya. Buffett selalu memfokuskan pada pertanyaan:Apa saja jenis perusahaan atau bisnis yang akan membuat investasinya menjadi terbaik dan akan menghasilkan banyak uang dalam jangka panjang?
Berdasarkan pertanyaan tersebut, Buffett mengembangkan wealth-investment strategy dengan memfokuskan analisis untuk menjawab dua pertanyaan berikut: 1) Bagaimana Anda (investor) mengindentifikasi suatu exceptional company dengan tingkat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (durable)? dan 2) bagaimana menilai suatu perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang dapat bertahan lama?
Untuk bisa mengidentifikasi dan menilai suatu perusahaan yang masuk dalam kategori “exceptional company”dan memiliki durable competitive advantage adalah dengan menggunakan laporan keuangan. Laporan keuangan bisa mengungkap dan menjelaskan bagaimana perusahaan tersebut bekerja, bagaimana kinerja, risiko dan prospeknya, mengapa ukuran perusahaan kian membesar atau mengecil, dan lainnya.
Singkatnya, sebelum memilih perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kriteria “superstar” untuk investasi, Buffett memulainya dengan mempelajari laporan keuangan. Perspektifnya adalah apa yang menyebabkan perusahaanperusahaan tersebut menjadi demikian fantastis dalam jangka waktu yang panjang. Hanya perusahaan-perusahaan “superstar” yang memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka panjang yang dipilihnya.
Ada tiga kriteria bisnis perusahaan “superstar” yang menjadi target investasi Buffett. Pertama, perusahaan tersebut menjual produk atau jasa yang unik. Kedua, perusahaan tersebut adalah low-cost buyer. Ketiga, perusahaan tersebut adalah penjual produk atau jasa yang publik butuhkan secara konsisten. Perusahaan-perusahaan “superstar” yang tidak memenuhi tiga persyaratan tersebut tidak dibelinya.
Untuk menilai suatu perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka waktu yang panjang, Buffett memperhatikan laporan keuangan dan konsistensi pertumbuhan dari angka-angka keuangan yang dilaporkan.
Pendekatan analisis
Untuk pertimbangan keputusan investasi terbaik, investor sebaiknya menggunakan dua teknik analisis laporan keuangan untuk mengidentifikasi sinyal dan implikasi dari angka-angka laporan keuangan dari suatu perusahaan, antarperusahaan dalam industri sejenis maupun antarperusahaan dalam industri berbeda pada suatu tahun atau dari tahun ke tahun (time series).
Teknikpertama adalah teknik cross-sectional, yaitu membandingkan
persentase atau rasio-rasio keuangan antar perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Dua pendekatan yang biasanya digunakan adalah:
- 1. Common-size statements, yaitu angka-angka absolut dari item-item laporan keuangan diubah ke dalam angka-angka relatif atau persentase dengan menjadikan nilai total aset, utang dan ekuitas pemilik, penjualan bersih, biaya dan laba sebagai common-size. Dengan cara tersebut investor bisa membandingkan tingkat kas dan aset lancar, utang jangka pendek dan jangka panjang, ekuitas pemilik, penjualan, biaya dan kemampuan menghasilkan laba antarperusahaan pada satu titik waktu tertentu. Dengan cara tersebut, investor bisa mencermati konsistensi dari angka-angka krusial laporan keuangan antarperusahaan sebelum memilih satu atau lebih perusahan “superstar yang memiliki keunggulan kompetitif dan prospek return investasi yang tinggi.
- 2. Financial ratio analysis yaitu angka-angka laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan yang diperbandingkan pada suatu titik waktu tertentu diubak dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Misalnya, rasio posisi kas, likuiditas, modal kerja/arus kas, struktur modal, debt service coverage, dan profitabilitas (catatan: untuk rumusnya bisa dibaca pada buku-buku analisis laporan keuangan atau manajemen keuangan). Dengan cara tersebut, investor bisa membandingkan kemampuan posisi kas atau aset lancar dari masing-masing perusahan dalam menyelesaikan utang-utang jangka pendeknya, melanjutkan operasi bisnis dan membayar dividen. Atau, bisa membandingkan kemampuan bisnis dari masing-masing perusahaan untuk menghasilkan laba, meningkatkan nilai ekuitas pemegang saham dan bagaimana kualitas manajemen dalam mengelola aset perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan cara tersebut, investor bisa mencermati konsistensi dari kinerja rasio-rasio keuangan antarperusahaan sebelum memilih satu atau lebih perusahaan “superstar”yang memiliki keunggulan kompetitif dan prospek return investasi yang tinggi untuk target investasi.
Teknik kedua adalah teknik time series, yaitu membandingkan tren angka-angka laporan keuangan atau rasio-rasio keuangan dari suatu perusahaan dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk memastikan persistensi atau konsistensi dari posisi dan kinerja keuangan serta risiko dan prospek bisnis suatu perusahaan apakah bisa menjadi “superstaryang akan memberikan keunggulan kompetitif dan return investasi yang tinggi di masa depan bila dijadikan target investasi. Untuk bisa memastikan hal tersebut, investor sebaiknya membentuk portofolio perusahaan yang dinilai masuk dalam kategori perusahaan “superstar’
Memaknai “sinyal” laporan keuangan
Hasil analisis rasio-rasio keuangan dengan menggunakan teknik cross-sectional maupun time-series memiliki multisinyal bagi para pemakainya sesuai dengan kepentingannya masing-masing.
Bagi investor, ada beberapa rasio keuangan krusial yang perlu dianalisis dan dijadikan basis keputusan investasi.
Pertama, rasio operating profit marging/OPM (laba operasi = penjualan x 100) dan net profit margin/NPM (laba bersih=penjualan x 100). Rasio OPM memberi sinyal tentang apakah core business suatu perusahaan menguntungkan atau tidak secara permanen. Sedangkan, NPM memberi sinyal tentang kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba bersih pada suatu periode yang akan meningkatkan atau menurunkan nilai ekuitas pemegang saham. Semakin besar rasio OPM dan NPM dan apalagi kian persisten dari waktu ke waktu, maka perusahaan tersebut layakjadi “superstar” investasi. Demikian pula sebaliknya.
Kedua, rasio return on equity/ROE (laba bersih : ekuitas pemilik x 100). Rasio ROE memberi sinyal tentang kemampulabaan (profitability) bisnis suatu perusahaan untuk meningkatkan nilai ekuitas pemilik atau pemegang saham. ROE yang semakin tinggi dan persisten menunjukkan bahwa perusahaan tersebut secara bisnis sangat menguntungkan dan layakjadi target investasi.
Ketiga, rasio return on asset/ROA (laba bersih : aset x 100). Rasio ROA memberi sinyal tentang efektivitas kemampuan manajemen atau direksi dalam mengelola aset perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan demikian, ROA yang positif dan kian meningkat mencerminkan bahwa kualitas manajemennya bagus sehingga perusahaan tersebut layakjadi “superstar” investasi. Namun jika ROE-nya cenderung menurun, maka manajemennya layak diganti atau perusahaan tersebut perlu dihindari untuk jadi target investasi.
Keempat, debt to asset ratio /DAR (hutang : aset x 100). Rasio ini memberi sinyal tentang seberapa besar komposisi utang dalam aset perusahaan. Semakin besar dan meningkat rasio DAR suatu perusahaan memberi sinyal bahwa risiko keuangan perusahaan tersebut semakin besar pula sehingga layak dihindari untuk target investasi. Bila investor nekat, maka dana investasinya akan digunakan untuk membayar utang sehingga peluang untuk mendapatkan dividen dalam waktu tertentu akan sangat sulit. Demikian sebaliknya.
Kelima, debt to equity ratio/DER (hutang : ekuitas x 100%). DER memberi sinyal tentang komposisi “pengaruh”kreditur dan pemegang saham atau investor dalam struktur aset perusahaan. Semakin besar DER memberi sinyal semakin besar pula pengaruh kreditur dibanding investor dalam perusahaan.
Konsekuensinya, risiko finansial perusahaan semakin tinggi dan bisa terancaman kesulitan keuangan kapan saja. Perusahaan-perusahaan yang memiliki DER tinggi sebaiknya dihindari. Carilah perusahaan yang memiliki DER yang rendah untuk target investasi.
Di samping rasio-rasio krusial tersebut di atas, para investor sebaiknya juga menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya untuk”membedah”kekuatan dan kelemahan serta risiko dan prospek bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang. Rasio-rasio yang bisa digunakan antara lain rasio likuditas, modal kerja, asset turnover dan lainnya.
Apabila sudah membedah “isu perut” perusahaan melalui analisis laporan keuangan maka sebelum menentukan pilihan investasi pada suatu perusahaan, investor juga perlu mencermati dan menganalisis price-earnings ratio (PER) dan price-book value ratio (PBVR). Dua rasio tersebut adalah rasio gabungan antara bottom-line dari laporan keuangan dan nilai pasar perusahaan. Pilihlah perusahaan dengan PER dan PBVR yang rendah. Alasannya, potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis (laba) dan harga sahamnya, serta membagikan jumlah dividen yang semakin meningkat jauh lebih besar dibanding perusahaan dengan PER dan PBVR yang tinggi.
Dengan mengombinasikan rasiorasio keuangan dan rasio-rasio pasa – (PER, PBVR) secara optimal, saya yakin para investor bisa memilih secara tepat “superstar”perusahaayang mampu memberi durable competitive advantage dan return investasi yang besar seperti yang sudah dinikmati Warren Buffett. Semoga menjadi investor yang sukses luar biasa pada tahun 2012 ini!









