Meraih Sukses Dengan Laporan Keuangan

Meraih Sukses Dengan Laporan Keuangan

meraih-sukses-dengan-laporan-keuangan

Dalam bulan Februari dan Maret 2012 ini, hampir semua perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerbitkan laporan keuangan 2011. Tentu saja, para investor dan pelaku pasar lainnya sedang berha rap cemas menantikan penerbitan tersebut. Maklum, laporan keuangan merupakan lensa atau video bisnis yang menyajikan secara utuh tentang posisi dan kinerja keuangan pada suatu perusahaan. Dari laporan keuangan, para pihak juga bisa menilai dan memprediksikan potensi risiko dan prospek perusahaan di masa datang sebelum mengambil keputusan investasi, kredit dan keputusan ekonomi lainnya.

Namun selama ini, sering muncul pernyataan dari sejumlah pengamat pasar modal bahwa kebanyakan investor di Indonesia masih”bodoh”dalam membaca dan menggunakan laporan keuangan. Meskipun laporan keuangan merupakan “lensa bisnis”yang mengungkap berbagai sinyal terkait dengan posisi dan kinerja keuangan, nilai bisnis dan nilai perusahaan, risiko dan prospek bisnis, kualitas manajemen dan lainnya, namun kebanyakan investor dan analis sekuritas tidak menggunakan laporan keuangan untuk keputusan investasi. Kebanyakan mereka hanya mencermati kinerja laba periodik.

Berkenaan dengan hal itu, tulisan ini mengedukasi para investor, calon investor dan pelaku pasar lainnya untuk membaca makna, sinyal dan implikasi dari angka­angka laporan keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Namun sebelum membahas hal tersebut, saya paparkan terlebih dulu kisah inspiratif investor Warren Buffett, orang terkaya ketiga dunia saat ini. la menjadi kaya raya karena mengandalkan laporan keuangan sebagai basis dalam pengambilan keputusan investasi dan bisnisnya.

Buffett mengandalkan laporan keuangan

Banyak investor dan pelaku pasar mungkin tidak banyak mengetahui bahwa salah satu orang terkaya di dunia saat ini, yaitu Warren Buffett, adalah investor yang mengandalkan laporan keuangan sebagai basis pertimbangan keputusan investasi sebelum menanamkan dananya pada suatu korporasi.

Berbekal pengalaman kerjanya sebagai analis, Buffett menjadikan laporan keuangan sebagai basis untuk mengidentifikasi dan mencan perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (durable competitive advantage). Hanya perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut yang dijadikan target investasi. Dalam beberapa tahun atau puluhan tahur kemudian, nilai pasar perusahaan yang dibelinya meningkat ratusan bahkan ribuan persen. Itulah yang membuat Warren kaya raya tanpa harus bekerja keras setiap tahunnya (Buffett dan Clark, 2008).

Berdasarkan pengalamannya sebagai analis, investor dan menjad orang terkaya, Buffett memberi ka n nasihat bijak sebagai berikut: “You have to understand accounting and you have to understand the nuances of accounting. It’s the language of business and it’s an imperfect language, but unless you are willing to put in the effort to learn accounting-how to read and interpret financial statements-you really shouldn’t select stocks yourself.”

Dalam buku “Warren Buffett and the Interpretation of Financial Statements” (Buffett dan Clark, 2008), dijelaskan bahwa ada dua rahasia besar (great revelations) yang membuat Buffett jadi orang terkaya. Buffett selalu memfokuskan pada pertanyaan:Apa saja jenis perusahaan atau bisnis yang akan membuat investasinya menjadi terbaik dan akan menghasilkan banyak uang dalam jangka panjang?

Berdasarkan pertanyaan tersebut, Buffett mengembangkan wealth-investment strategy dengan memfokuskan analisis untuk menjawab dua pertanyaan berikut: 1) Bagaimana Anda (investor) mengindentifikasi suatu exceptional company dengan tingkat keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (durable)? dan 2) bagaimana menilai suatu perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang dapat bertahan lama?

Untuk bisa mengidentifikasi dan menilai suatu perusahaan yang masuk dalam kategori “exceptional company”dan memiliki durable competitive advantage adalah dengan menggunakan laporan keuangan. Laporan keuangan bisa mengungkap dan menjelaskan bagaimana perusahaan tersebut bekerja, bagaimana kinerja, risiko dan prospeknya, mengapa ukuran perusahaan kian membesar atau mengecil, dan lainnya.

Singkatnya, sebelum memilih perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kriteria “superstar” untuk investasi, Buffett memulainya dengan mempelajari laporan keuangan. Perspektifnya adalah apa yang menyebabkan perusahaan­perusahaan tersebut menjadi demikian fantastis dalam jangka waktu yang panjang. Hanya perusahaan-perusahaan “superstar” yang memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka panjang yang dipilihnya.

Ada tiga kriteria bisnis perusahaan “superstar” yang menjadi target investasi Buffett. Pertama, perusahaan tersebut menjual produk atau jasa yang unik. Kedua, perusahaan tersebut adalah low-cost buyer. Ketiga, perusahaan tersebut adalah penjual produk atau jasa yang publik butuhkan secara konsisten. Perusahaan-perusahaan “superstar” yang tidak memenuhi tiga persyaratan tersebut tidak dibelinya.

Untuk menilai suatu perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dalam jangka waktu yang panjang, Buffett memperhatikan laporan keuangan dan konsistensi pertumbuhan dari angka-angka keuangan yang dilaporkan.

Pendekatan analisis

Untuk pertimbangan keputusan investasi terbaik, investor sebaiknya menggunakan dua teknik analisis laporan keuangan untuk mengidentifikasi sinyal dan implikasi dari angka-angka laporan keuangan dari suatu perusahaan, antarperusahaan dalam industri sejenis maupun antarperusahaan dalam industri berbeda pada suatu tahun atau dari tahun ke tahun (time series).

Teknikpertama adalah teknik cross-sectional, yaitu membandingkan

persentase atau rasio-rasio keuangan antar perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Dua pendekatan yang biasanya digunakan adalah:

  1. 1.    Common-size statements, yaitu angka-angka absolut dari item-item laporan keuangan diubah ke dalam angka-angka relatif atau persentase dengan menjadikan nilai total aset, utang dan ekuitas pemilik, penjualan bersih, biaya dan laba sebagai common-size. Dengan cara tersebut investor bisa membandingkan tingkat kas dan aset lancar, utang jangka pendek dan jangka panjang, ekuitas pemilik, penjualan, biaya dan kemampuan menghasilkan laba antarperusahaan pada satu titik waktu tertentu. Dengan cara tersebut, investor bisa mencermati konsistensi dari angka-angka krusial laporan keuangan antarperusahaan sebelum memilih satu atau lebih perusahan “superstar yang memiliki keunggulan kompetitif dan prospek return investasi yang tinggi.
  2. 2.    Financial ratio analysis yaitu angka-angka laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan yang diperbandingkan pada suatu titik waktu tertentu diubak dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Misalnya, rasio posisi kas, likuiditas, modal kerja/arus kas, struktur modal, debt service coverage, dan profitabilitas (catatan: untuk rumusnya bisa dibaca pada buku-buku analisis laporan keuangan atau manajemen keuangan). Dengan cara tersebut, investor bisa membandingkan kemampuan posisi kas atau aset lancar dari masing-masing perusahan dalam menyelesaikan utang-utang jangka pendeknya, melanjutkan operasi bisnis dan membayar dividen. Atau, bisa membandingkan kemampuan bisnis dari masing-masing perusahaan untuk menghasilkan laba, meningkatkan nilai ekuitas pemegang saham dan bagaimana kualitas manajemen dalam mengelola aset perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan cara tersebut, investor bisa mencermati konsistensi dari kinerja rasio-rasio keuangan antarperusahaan sebelum memilih satu atau lebih perusahaan “superstar”yang memiliki keunggulan kompetitif dan prospek return investasi yang tinggi untuk target investasi.

Teknik kedua adalah teknik time series, yaitu membandingkan tren angka-angka laporan keuangan atau rasio-rasio keuangan dari suatu perusahaan dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk memastikan persistensi atau konsistensi dari posisi dan kinerja keuangan serta risiko dan prospek bisnis suatu perusahaan apakah bisa menjadi “superstaryang akan memberikan keunggulan kompetitif dan return investasi yang tinggi di masa depan bila dijadikan target investasi. Untuk bisa memastikan hal tersebut, investor sebaiknya membentuk portofolio perusahaan yang dinilai masuk dalam kategori perusahaan “superstar’

Memaknai “sinyal” laporan keuangan

Hasil analisis rasio-rasio keuangan dengan menggunakan teknik cross-sectional maupun time-series memiliki multisinyal bagi para pemakainya sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

Bagi investor, ada beberapa rasio keuangan krusial yang perlu dianalisis dan dijadikan basis keputusan investasi.

Pertama, rasio operating profit marging/OPM (laba operasi = penjualan x 100) dan net profit margin/NPM (laba bersih=penjualan x 100). Rasio OPM memberi sinyal tentang apakah core business suatu perusahaan menguntungkan atau tidak secara permanen. Sedangkan, NPM memberi sinyal tentang kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba bersih pada suatu periode yang akan meningkatkan atau menurunkan nilai ekuitas pemegang saham. Semakin besar rasio OPM dan NPM dan apalagi kian persisten dari waktu ke waktu, maka perusahaan tersebut layakjadi “superstar” investasi. Demikian pula sebaliknya.

Kedua, rasio return on equity/ROE (laba bersih : ekuitas pemilik x 100). Rasio ROE memberi sinyal tentang kemampulabaan (profitability) bisnis suatu perusahaan untuk meningkatkan nilai ekuitas pemilik atau pemegang saham. ROE yang semakin tinggi dan persisten menunjukkan bahwa perusahaan tersebut secara bisnis sangat menguntungkan dan layakjadi target investasi.

Ketiga, rasio return on asset/ROA (laba bersih : aset x 100). Rasio ROA memberi sinyal tentang efektivitas kemampuan manajemen atau direksi dalam mengelola aset perusahaan untuk menghasilkan laba. Dengan demikian, ROA yang positif dan kian meningkat mencerminkan bahwa kualitas manajemennya bagus sehingga perusahaan tersebut layakjadi “superstar” investasi. Namun jika ROE-nya cenderung menurun, maka manajemennya layak diganti atau perusahaan tersebut perlu dihindari untuk jadi target investasi.

Keempat, debt to asset ratio /DAR (hutang : aset x 100). Rasio ini memberi sinyal tentang seberapa besar komposisi utang dalam aset perusahaan. Semakin besar dan meningkat rasio DAR suatu perusahaan memberi sinyal bahwa risiko keuangan perusahaan tersebut semakin besar pula sehingga layak dihindari untuk target investasi. Bila investor nekat, maka dana investasinya akan digunakan untuk membayar utang sehingga peluang untuk mendapatkan dividen dalam waktu tertentu akan sangat sulit. Demikian sebaliknya.

Kelima, debt to equity ratio/DER (hutang : ekuitas x 100%). DER memberi sinyal tentang komposisi “pengaruh”kreditur dan pemegang saham atau investor dalam struktur aset perusahaan. Semakin besar DER memberi sinyal semakin besar pula pengaruh kreditur dibanding investor dalam perusahaan.

Konsekuensinya, risiko finansial perusahaan semakin tinggi dan bisa terancaman kesulitan keuangan kapan saja. Perusahaan-perusahaan yang memiliki DER tinggi sebaiknya dihindari. Carilah perusahaan yang memiliki DER yang rendah untuk target investasi.

Di samping rasio-rasio krusial tersebut di atas, para investor sebaiknya juga menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya untuk”membedah”kekuatan dan kelemahan serta risiko dan prospek bisnis suatu perusahaan dalam jangka panjang. Rasio-rasio yang bisa digunakan antara lain rasio likuditas, modal kerja, asset turnover dan lainnya.

Apabila sudah membedah “isu perut” perusahaan melalui analisis laporan keuangan maka sebelum menentukan pilihan investasi pada suatu perusahaan, investor juga perlu mencermati dan menganalisis price-earnings ratio (PER) dan price-book value ratio (PBVR). Dua rasio tersebut adalah rasio gabungan antara bottom-line dari laporan keuangan dan nilai pasar perusahaan. Pilihlah perusahaan dengan PER dan PBVR yang rendah. Alasannya, potensi perusahaan tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis (laba) dan harga sahamnya, serta membagikan jumlah dividen yang semakin meningkat jauh lebih besar dibanding perusahaan dengan PER dan PBVR yang tinggi.

Dengan mengombinasikan rasio­rasio keuangan dan rasio-rasio pasa – (PER, PBVR) secara optimal, saya yakin para investor bisa memilih secara tepat “superstar”perusahaa­yang mampu memberi durable competitive advantage dan return investasi yang besar seperti yang sudah dinikmati Warren Buffett. Semoga menjadi investor yang sukses luar biasa pada tahun 2012 ini!

Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Sebagai instrumen investasi, emas dipandang sebagai “bekal” masa depan yang cenderung aman. Apa yang harus kita lakukan untuk berinvestasi emas di tahun 2012 ini?

Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Emas Investasi Kini dan Masa Depan

Tahun 2011 lalu, emas sempat menjadi “wabah’: Banyak orang yang tergiur dengan kehebatan emas yang bisa menghasilkan keuntungan berlipat. Ada yang sifatnya spekulan. Ada pula yang coba-coba sebagai pemula. Maka, ketika emas sempat naik ke nilai tertinggi di bulan September 2011, banyak orang langsung memborong emas. Hasilnya, sebagian kecewa karena kenaikan yang cukup signifikan pada bulan sebelumnya, hanya bergerak naik sedikit, dan bahkan sempat turun. Ujungnya, di akhir tahun 2011, nilai investasi emas melandai kembali ke “jalur” normal.

Bagi sebagian orang, emas memang investasi yang sangat menggiurkan. Tapi, sebagaimana komponen investasi lain, emas pun mengalami pasang surut. Karena itu, butuh “keberanian”dan”keuletan”juga saat berinvestasi emas. Apalagi, bagi mereka yang sering berspekulasi jual bell gadai emas.

Bagaimana dengan tahun 2012? Ada banyak prediksi yang menyebutkan komoditas emas akan terus bergejolak. Sebab, perekonomian di Amerika Serikat yang sedang limbung, masyarakat ekonomi Uni Eropa sedang banyak yang terancam bangkrut, hingga perekonomian China yang cenderung melambat, menjadi indikator yang akan sangat berpengaruh terhadap komoditas emas. Lantas, apakah yang sudah telanjur berinvestasi di emas akan merugi—dan sebaliknya, bisa untung berlipat—atau berpacu jantung dengan kondisi emasnya di tahun 2012 yang naik turun?

Banyak pakar yang kerap memprediksi harga emas. Saat kita search di Google pun, akan sangat mudah dijumpai berbagai prediksi dan ramalan. Tapi, semua itu “hanya” ramalan. Bisa jadi cocok, bisa pula meleset. Dan, di sinilah uniknya emas. Semeleset-melesetnya prediksi, harga emas tiap tahun selalu mengalami kenaikan di atas nilai inflasi. Bahkan, menurut pakar keuangan Safir Senduk, saat inflasi naik dua digit, emas akan naik lebih gila-gilaan. Pendapat yang senada juga diungkap oleh perencana keuangan lainnya, Aidil Akbar dan Ligwina Hananto, serta Endy Kurniawan, penulis Think Dinar!

Berikut beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan u ntu k—teta p­berinvestasi emas, bagaimana pun kondisi ekonomi yang terjadi, yang dirangkum dari sejumlah pakar keuangan dari berbagai artikel dan opini mereka di berbagai media…

Harga emas selalu naik

Apa benar? Tidak juga. Di tahun 1980-an dan kisaran tahun 2008 lalu, harga emas cenderung turun dari harga-harga sebelumnya. Tapi, untuk jangka panjang, teori ini memang benar. Saat krisis moneter tahun 1997/1998, ongkos naik haji saat itu setara dengan emas murni 24 karat 99,99% sekitar 200 gram-an atau senilai sekitar Rp20 jutaan. Sementara, saat itu jika kita ingat, nilai dolar Amerika yang konon jadi standar mata uang lainnya di dunia mencapai Rp15 ribuan per dolar. Bagaimana dengan kondisi saat ini atau sekitar 14 tahun kemudian? Saat ini, dengan harga emas di kisaran Rp500 ribuan per gram, ongkos naik haji sekitar Rp31 jutaan yang berarti hanya butuh emas seberat 62 gram! Bandingkar dengan nilai dolar. Jika pada tahur 1997/1998 nilai dolar—katakan berkisar Rp12 ribuan—maka biaya naik haji saat itu sekitar US$1666. Sedangkan saat ini ketika dolar berkisar di angka Rp9 ribuan, make. ongkos naik haji setara sekitar US$3400-an. Bisa dibandingkan perbedaan yang sangat signifikar antara nilai dolar Amerika dan emas dunia.

Emas adalah “mata uang” yang diterima di seluruh dunia

Kabar balk lain seputar investasi emas adalah nilainya diakui hampir merata di seluruh dunia. Memang, tiap negara mungkin punya perbedaan selisih harga sesuai dengan permintaan setempat dan budaya yang berbeda-beda pula dalam memperlakukan emas. Tapi, jika dirata-rata, nilainya tak akan beda jauh antara negara satu dengan yang lainnya. Sehingga, emas bisa digunakan sebagai “mata uang”yang berlaku internasional.

Mudah didapat dan minim biaya perawatan

Emas cenderung mudah didapat di mana saja dan kapan saja. Selain itu, emas juga minim perawatan. Hanya saja, tingkat keamanannya memang perlu Iebih diperhatikan. Namun, secara keseluruhan, emas Iebih mudah penyimpanannya. Bandingkan misalnya dengan properti sekalipun, yang juga memiliki kenaikan harga sama signifikannya dengan emas. Properti yang tidak ditinggali lebih mudah rusak. Bahkan, yang dikontrakkan untuk mendatangkan passive income sekalipun, sering kali harus dirawat karena penyewanya acap kali ceroboh.

Emas cenderung Iebih mudah dijangkau biaya investasinya

Meski terus naik—juga kadang turun—biaya untuk investasi emas Iebih mudah terjangkau dengan investasi berapa pun. Apalagi saat ini, banyak sekali model investasi emas dengan sistem gadai, kredit, dan aneka bentuk investasi lainnya. Di pasaran, emas dijual dalam bentuk gram terkecil—bahkan dulu ada yang 1 gram, meski saat ini

sudah sangat jarang—hingga ke bentuk kiloan. Dengan gaji standar UMR pun—misal Rp1,2 juta—bisa disisihkan misalnya Rp100 ribu per bulan untuk mencicil emas dengan sistem kredit di bank-bank syariah yang kini banyak menyediakan jasa kredit emas.

Emas mudah dicairkan

Untuk biaya-biaya darurat, investasi emas mudah diperjualbelikan. Selain itu, bagi yang butuh modal bisnis, emas juga bisa “dilipatgandakan”, tentu dengan risiko yang diukur sebelumnya. Misalnya, untuk modal bisnis di awal tahun 2012 butuh Rp30 juta dengan menggadaikan emas seberat 70 gram. Biasanya, biaya per bulan dihitung dari uang yang dipinjam berkisar 1,5-2 persenan. Maka, jika bisnis butuh enam bulan untuk mendapat keuntungan sebesar 30%, atau setara Rp9 jutaan, artinya ongkos pinjamnya “hanya” 2% x 6 bulan atau 12% yang setara dengan angka Rp3,6 juta. Berarti untung bersih usaha dikurangi biaya gadai emas sekitar Rp5,4 juta—tentu, jika usaha itu benar-benar untung. Bagaimana bila usaha belum untung?

Jika itu yang terjadi, emas masih bisa jadi “penyeimbang”. Jika sesuai dengan perkiraan—sekali lagi ini adalah perkiraan berdasar tahun­tahun sebelumnya—jika kenaikan emas setahun rata-rata 20%, maka nilai 6 bulan sekitar 10%. Jadi jika emas yang kita gadaikan 70 gram di awal tahun senilai Rp500 ribu x 70 gr = Rp35 jutaan, maka di enam bulan berikutnya kira-kira sudah naik

10± menjadi sekitar Rp38,5 jutaan. Artinya, biaya sewa gadai minimal bisa terkurangi dengan angka kenaikan emas yang terjadi.

Sekali lagi, sebagaimana investasi lainnya, emas pun punya risiko. Apalagi, di tahun 2012 yang diperkirakan akan mengalami gejolak karena di Amerika Serikat akan terjadi pemilihan presiden. Belum lagi masalah di Uni Eropa. Jadi, menurut beberapa pakar tersebut, ada baiknya jadikan emas sebagai investasi jangka panjang, dan jangan jadikan sebagai instrumen spekulasi. Jika itu Anda setujui, segera investasikan emas di awal tahun 2012 ini, selagi harga emas masih landai.

Selanjutnya, serahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

Selamat berinvestasi emas….

MUNDUR KE BELAKANG, UNTUK MELOMPAT JAUH KE DEPAN

Mundur Ke Belakang Untuk Melompat Jauh Ke Depan

Mundur Ke Belakang Untuk Melompat Jauh Ke Depan

Setelah episode Chinese Management yang disarikan dari 12 Kaidah Emas Keberhasilan Bisnis”  Tao Zhu-gong selesai pada edisi Januari 2012 lalu, kali ini kami akan mengangkat nilai-nilai peribahasa sehari-hari yang sering disebut sebagai ungkapan pembelajaran kehidupan. Dari peribahasa bijak inilah, negeri Tiongkok berkembang pesat dengan menjaga tradisinya. Beberapa ungkapan ini bisa kita serap dan pelajari maknanya, untuk mencapai keberhasilan bisnis yang gemilang di tahun 201 2 dan seterusnya.

Sebuah analogi menjelaskan, bahwa hidup dan bisnis berjalan laksana sebuah koin mata uang. Meski kadang beda pemaknaar tapi hidup dan bisnis sebenarnya berjalan berdampingan.Tak heran jika saat nilai kehidupan terganggu, hal yang menyangkut bisnis pun sering kali ikut terbawa.

lnilah mengapa, dalam ranah tradisi Tiongkok Kuno, banyak nilai kehidupan yang kemudian dipraktikkan dalam bisnis. Termasuk misalnya hidup di zaman peperangan ala Sun Tzu yang pernah dibahas di majalah ini dalam edisi di tahun pertama dan kedua. Kemudian kehidupan Tao Zhu-gong—yang pernah menjadi penasihat raja—yang juga telah kita bahas dalam rangkaian tulisan di edisi tahun ketiga. Semua itu seolah saling berkaitan. Karena itu, mulai edisi kali ini, saya akan mencoba mengupas sisi lain yang disarikan dari nilai luhur budaya Tiongkok, untuk diimplementasikan dan dijadikan bahan pembelajaran untuk manajemen bisnis sehari-hari.

Salah satu hal yang ingin saya bahas kali ini adalah pepatah kuno berbunyi Itt yi tui wei fin. Yang arti harfiahnya mundur ke belakang, untuk melompat jauh ke depan. Untuk memudahkan pemahaman, sebelumnya silakan simak kisah berikut…..

Suatu kali, seorang murid diajak berkeliling oleh gurunya. Di sepanjang perjalanan, sang guru memberikan berbagai wejangan kehidupan pada murid yang mendengarkannya dengan saksama. Rupanya, inilah hari terakhir sang murid sebelum turun gunung dan mengamalkan ilmu yang didapatnya.

Di sebuah hutan, ada sebuah sungai yang cukup lebar. Karena sungai itu tak memiliki jembatan, kedua orang itu pun berusaha melompatinya. Arus sungai tidak terlalu deras, sang guru dan murid tanpa kesulitan bisa sampai ke seberang. Hanya solo, karena langkah kaki dan ilmunya belum sehebat gurunya, si murid harus ambil ancang­ancang dua langkah ke belakang.

Mereka pun meneruskan perjalanan sembari terus membicarakan banyak hal.Tanpa terasa, jalan mereka pun terus naik dan mendaki hingga kemudian sang guru berhenti di sebuah tebing jurang yang cukup tinggi. “Nah, kita sudah hampir tiba di tempat tujuan. Sekarang, kamu ikuti langkahku seperti tadi ya… Kita melompat ke ujung bukit di sana,”pesan sang guru yang tiba-tiba langsung melompat tinggi dan mendarat mulus di bukit seberang.”Ayo, lompat!”

Si murid sejenak melongok ke dalam jurang. Meski tak terlalu dalam, tapi cukup untuk membuatnya sedikit ketakutan. Melihat itu, gurunya berujar,”Ayo, jangan takut. Jarak jurang ini sama dengan sungai yang kita lewati tadi…”

Meski ragu, si murid pun berusaha menuruti gurunya. la merasa tak punya pilihan lain. Apalagi, gurunya mengatakan, jaraknya tak lebih lebar dari saat ia menyeberang di sungai yang dengan mudah dilompatinya. Jika tadi ia ambil ancang-ancang dua langkah, kini ia mencoba mengambil jarak lebih jauh. Namun, saat berlari hendak melompat, tiba-tiba ia berhenti. Dirinya ragu karena jika salah ambil ancang­ancang, akibatnya jauh lebih fatal dibanding saat di sungai. la pun kemudian mencoba mengambil langkah mundur lebih jauh. Setidaknya, ia mundur hampir sepuluh langkah agar ia bisa berlari kencang sebelum melompat. Ketika mengambil jarak lebih jauh, kecepatan larinya membuat ia berhasil melompat jauh hingga sampai ke seberang dengan selamat.

Sembari mengelus kepala murid dengan penuh kasih, sang guru berwejang.”Muridku, kamu tahu apa yang membedakan lompatanmu saat di sungai dan di tebing jurang tadi?” Meski jaraknya sama, keduanya punya tantangan yang berbeda. Untuk itu, kamu mengambil ancang-ancang mundur lebih jauh saat di tebing jurang untuk memastikan keselamatanmu. Begitu juga dengan kehidupan. Kadang, saat tantangan yang lebih hebat menghadang, kita perlu mundur Iebih jauh. Ini semata adalah upaya kita untuk bisa melompat lebih jauh dan tinggi. Maka, suatu kali nanti, jika kamu merasa mengalami kemunduran, gagal, sulit, bahkan jatuh, jangan pernah berputus asa. Barangkali, itu justru langkah mundurmu agar bisa belajar melompat lebih tinggi dan jauh.”

Kisah di atas menceritakan bahwa hidup memang tak pernah mudah. Begitu juga dengan bisnis yang dijalankan. Laksana ketapel, untuk “menerbangkan” batu jauh ke depan, karet ketapel harus ditarik sekuat tenaga ke belakang. Makin kuat, makin jauh pula lontarannya.

Jika kita tarik dalam pemaknaan sebuah bisnis, kadang kemunduran, kegagalan, kesulitan, adalah masa pembelajaran yang sangat berarti untuk melahirkan inovasi yang cemerlang di depan. Karena itu, jangan pernah takut saat harus mengalami kemunduran. Yang harus kita takuti adalah bila saat mundur, kita langsung menyerah kalah tanpa berusaha memperbaiki berbagai kesalahan.

Beberapa waktu lalu, saya memperhatikan tren es krim yang sangat menghebohkan, yakni Magnum dari Walls. Promosinya sangat gencar dengan iklan di mana-mana. Tapi yang paling membuat heboh adalah banyak orang yang sempat kehabisan Magnum di berbagai minimarket. Akibatnya, orang makin penasaran.

Produk Magnum sebenarnya sudah ada sejak lama di Indonesia.Tapi, karena untuk varian Walls lainnya, produk ini tergolong mahal, sehingga sempat kurang laku dipasaran. Walls pun kemudian lebih dikenal produk Paddle Pop-nya, yang mengekspos tokoh Singa.

Bertahun-tahun kemudian, rupanya produk Magnum coba”dikemas”ulang.Terutama dari segi produk dan penyampaian pesannya. Dan, seperti yang sudah kita lihat dan rasakan, Magnum “diburu” ke mana-mana setelah semparmenghilang”. Inilah salah satu bentuk “mundur” ke belakang yang bisa kita lihat sebagai contoh nyata, bahwa saat mundur (baca: hilang), bisa menjadi masa persiapan untuk mencapai hasil yang Iebih gemilang di depan.

Berkaca dari kisah sebelumnya, kasus seperti Magnum ini juga bisa menjadi pelajaran bisnis yang sangat berharga. Pepatah mundur ke belakang, untuk melompat jauh ke depan jika diresapi maknanya, akan melahirkan kekuatan di tengah hadangan dan terjangan badai ujian bisnis yang sering terjadi. Bahkan, saat mundur itulah, masa paling suram itulah, jika kita tahan, terus maju, ulet, makin kerja keras, pintu sukses akan terbuka lebar.

Mari, jadikan setiap momen kesulitan, ujian, cobaan, menjadi masa belajar dan evaluasi untuk memperbaiki keadaan. Jangan sesali dan jangan pernah mengeluh. Sebab, bisa jadi, ujian terberat itu justru membuka banyak peluang di masa depan.

BECOMING Great Knowledge Worker

BECOMING Great Knowledge Worker

becoming-great-knowledge-worker

Sebagai manusia biasa, kita tak lepas dari rasa lelah dan bosan. Hanya dengan sikap yang positif, kita akan melalui semua itu dan bisa men jadi seorang great knowledge worker. Bagaimana caranya?

Dalam istilah bahasa Jawa, ada “pembedaan”jenis kerja berdasar akal dan okol. Okol diterjemahkan sebagai pekerjaan yang membutuhkan tenaga—buruh, kerja pabrik, pekerja bangunan, dan sejenisnya—sehingga yang paling utama adalah kemampuan tubuh untuk terus bekerja hingga mencapai produktivitas sesuai daya tahan otot-otot tubuh. Sedangkan kerja berdasar akal, adalah kerja berbasis otak. Di sini yang berperan paling besar adalah pekerjaan yang membutuhkan pemikiran. Inilah yang menurut profesor ahli konsultan manajemen, Peter Drucker, sering disebut sebagai knowledge worker alias pekerja dengan dasar pengetahuan. Memang, belakangan ini pembedaan kerja berdasar akal dan okol sering kali tak bisa dipisahkan secara tegas. Sebab, kerja akal pun sering membutuhkan tenaga dan stamina. Bahkan, kadang kala, kerja berdasar akal ini malah sebenarnya sangat menguras tenaga—dan pemikiran tentunya—melebihi tenaga kerja berbasis okol semata. Untuk itu, bagi yang bekerja dengan dasar pemikiran ini, harus pandai-pandai memaksimalkan (baca: memanfaatkan) waktu untu­meningkatkan produktivitas kerja. Sebab, pola kerja knowledge work dibanding yang hanya bekerja berdasar tenaga saja memang tak bisa dikuantifikasi dengan cara ya sama. Mengapa? Menurut

Kjerulf, konsultan manajemen SD mood sering kali berperanan. Maka Kjerulf sering menyatakan bahwa sangat manusiawi knowledge wor‘.1. • menyebut”Ah.. sedang tidak moc: atau bahkan, menunda pekerjaar pun sebenarnya bagian dari hal manusiawi seorang knowledge worker.

Lantas, bagaimana agar kita mampu  meningkatkan produktivitas sebagai seorang knowledge worker? Silakan duduk sejenak, relaks, baca dan renungkan pelan-pelan  beberapa
“pengkondisian berikut ini. Anda boleh setuju maupun tidak. Yang jelas, justru di sinilah letak “keunikan” para knowledge worker untuk merespons masukan seputar produktivitas kerja…

  • Lupakan jargon Kerja Keras”

Banyak opini dan kiat-kiat yang ditawarkan, bahwa kerja keras akan mengarahkan kita pada keberhasilan.Tak salah. Tapi, mesin hebat sekelas Ferrari pun butuh istirahat. Salah satu mobil terkencang di jagat itu pun tak bisa lari kencang selamanya. Maka, jika Anda menemukan kata­kata… “Kerja lebih panjang, dan selesaikan lebih banyak pekerjaan”, “Tambahkan orang hebat, maka pekerjaan akan lebih cepat terselesaikan”,”Produktivitas bisa ditingkatkan dengan mengatur jadwal”, camkan baik-baik bahwa mereka yang memberikan wejangan itu pun juga manusia biasa yang pasti pernah lelah, capai, dan tidur. Sadari bahwa kita punya keterbatasan, namun jangan membatasi diri. Di sini kita sendirilah yang bisa menentukan, mana yang paling baik untuk memaksimalkan kerja, mana pula saat harus beristirahat.

  • Jangan”terpancing”teori-teori manajemen

Ada banyak buku yang membahas mengenai manajemen SDM.

Ada banyak opini dari para

pakar bagaimana meningkatkan produktivitas kerja. Silakan camkan baik-baik dan praktikkan.Tapi harus diingat pula bahwa masing-masing orang—termasuk para pakar yang menulis buku itu—sebenarnya punya standar tersendiri dalam menyikapi keadaan.

Akuilah bahwa diri kita sering

bekerja maksimal—bahkan nyaris tak tidur—tetapi di saat yang berbeda kita bahkan bekerja sangat minimal, bahkan terasa sangat ingin terus bermalasan. Ini sangat manusiawi. Yang paling bisa kita lakukan adalah”menemukan” di mana batas kita bisa “bernegosiasi” dengan diri sendiri, ukuran waktu kerja yang pantas untuk diri sendiri. Saat mood sedang berada di puncak, silakan kerja semaksimal mungkin. Saat sedang ingin bermalasan, cobalah relaks sejenak. Bisa jadi, saat bermalasan itu malah membuat kita punya pikiran cemerlang yang akan mampu membuat kita bangkit dan segera menyelesaikan semua pekerjaan.

  • Jangan paksakan”kerja lembur”

Banyak orang yang bekerja melebihi jam kerja. Bahkan tak jarang sebuah kantor menempelkan poster besar-besar bertuliskan “Pantang datang terlambat, malu pulang lebih cepat!”Tak salah memang. Bahkan, bagi sebagian orang, kerja lembur sudah jadi kebiasaan. Tapi sebenarnya,”kunci”dari sukses seorang knowledge worker justru terletak pada seberapa ideal porsi waktu istirahatnya. Banyak ahli medis menyebut waktu ideal istirahat adalah 8jam. Dengan istirahat yang cukup, tubuh bisa tetap bugar sehingga kerja otak pun lebih maksimal. Sebuah studi dilakukan oleh Ethan W. Associate, sebuah konsultan SDM yang sudah berdiri sejak 1977 di Amerika Serikat. Menurut perusahaan itu—ketika mereka melakukan penelitian di tahun 1991— pekerja yang melakukan tugas sepanjang 8jam sehari, tingkat kesalahan kerja mencapai 10%. Namun, begitu nneningkat jadi 10 jam kerja, kesalahannya langsung naik hampir 3 kali lipat, yakni 28%.

Dalam studi lebih jauh, konsultan SDM itu menyebutkan bahwa waktu ideal bekerja dalam seminggu adalah 40 jam kerja. Artinya, jika dirata-rata, dalam 5 hari kerja, maka sehari akan ideal jika ditempuh 8 jam kerja. Namun, mereka juga menyebut, bagi sebagian individu, waktu 40 jam kerja seminggu ini bisa berbeda-beda porsinya. Ada kalanya, orang bekerja maksimal hingga 12 jam sehari, sementara di lain waktu, is hanya bekerja maksimal 4 jam sehari. Jadi, kembali lagi bergantung

pada diri kita untuk menentukan masa yang tepat, kapan saatnya bekerja lembur, kapan saatnya istirahat.

  • Menunda? Itu hal yang biasa….

Banyak kiat yang mengajarkan pada kita bahwa menunda adalah hal yang keliru. Menunda hanya akan membuat kita”tersiksa”dan akhirnya menyisakan tumpukan pekerjaan. Karena itu, hal terbaiknya adalah selesaikan pekerjaan sesegera mungkin dan jauhi sikap menunda. Semua itu sama sekali tak salah. Bahkan, di Majalah LuarBiasa pun, beberapa kali muncul artikel yang membahas mengenai bagaimana mengatasi sikap sering menunda sesuatu. Namun sebagai manusia biasa, akuilah bahwa sesekali menunda adalah “pekerjaan”yang menyenangkan (baca: membuat relaks).

Di sini, batasan antara malas dan ingin relaks sejenak memang sangat tak jelas. Untuk itu, sebenarnya kita sendirilah yang bisa mengukur, di mana batasan itu. Jika memang tubuh hendak relaks, jangan paksakan bekerja. Toh, hasilnya mungkin hanya akan begitu-begitu saja. Karena itu, cobalah “negosiasi” ulang dengan siapa saja yang mungkin akan terkena “dampak” penundaan pekerjaan itu. Pastikan mereka tetap mendapat solusi atas kondisi yang kita alami, sehingga kita tidak dicap kurang profesional. Salah satu kiat yang bisa dicoba adalah memberikan tenggat waktu melebihi yang biasanya. Misal, kita sebenarnya merasa sangat bisa menyelesaikan suatu pekerjaan 5 hari, bicarakan agar kita bisa mendapat waktu kerja sampai 6 atau 7 hari. Saat kita bisa benar-benar selesai hanya dalam waktu 5 hari, kita justru akan mendapat kredit plus sebagai pekerja yang efisien. Tapi kalau selesai dalam waktu 6 atau 7 hari pun kita tak akan dapat masalah.

Sekali lagi, pembahasan tentang produktivitas kerja para knowledge worker ini memang membutuhkan perenungan. Jadi, jangan semuanya ditelan mentah-mentah. Setiap orang pasti punya batasan-batasan yang bisa diukur dan diterima dengan caranya masing-masing. Selamat bekerja …

Tumbuhkan Pohon untuk Kepentingan Sepuluh Tahun Kembangkan Manusia untuk Masa Ratusan Tahun

Tumbuhkan Pohon untuk Kepentingan Sepuluh Tahun Kembangkan Manusia untuk Masa Ratusan Tahun

Tumbuhkan Pohon untuk Kepentingan Sepuluh Tahun Kembangkan Manusia untuk Masa Ratusan Tahun

Sudah menjadi aturan alam, bahwa semua makhluk hidup mengalami siklus dari lahir, tumbuh, dewasa, hingga mati. Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah bagaimana mereka tumbuh. Ada yang sekadar tumbuh mengikuti hukum alam, ada yang tumbuh dengan ambisi, ada pula yang tumbuh dengan membawa kebaikan bagi makhluk lainnya. Yang pasti, semua mengandung makna, apa pun kontribusi yang diberikan. Bahkan, sekadar rumput yang bergoyang pun menjadi”nadi”kehidupan bagi makhluk pemakan tumbuhan seperti kuda atau sapi. Dan, sebagai manusia, di sinilah esensi yang harus kita gali. Bagaimana kita tumbuh, dewasa, berkembang, hingga menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan peran kita dalam kehidupan.

Kita pasti pernah melihat, mendengar, atau mungkin mempelajari banyak tokoh dunia yang karya-karyanya dipuji, atau sebaliknya juga dicaci. Bagaimana Napoleon Bonaparte memimpin Revolusi Prancis, Leonardo Da Vinci dengan karya-karya seni fenomenalnya, atau bahkan Hitler dengan kekejaman tentara Jermannya. Semua orang-orang itu sebenarnya sama-sama meninggalkan jejak yang takkan lekang dimakan zaman. Namun, prestasi mereka bisa jadi sangat berkebalikan. Inilah yang seharusnya bisa kita “pilah dan pilih”, yakni akan seperti apa kita dikenang ratusan tahun mendatang.

Saya jadi teringat sebuah pepatah Tiongkok Kuno, shi nian shu mu, bai nian shu ren, yang arti harfiahnya tumbuhkan pohon untuk kepentingan sepuluh tahun, kembangkan manusia untuk masa ratusan tahun. Dalam pengertian saya, peribahasa ini menunjukkan bahwa manusia punya potensi yang sangat luar biasa untuk berkembang sekaligus dikenang. Jika pohon ditanam, berbunga, dan dipetik buahnya barangkali”hanya”memberi manfaat sepanjang buah bertumbuh saja. Namun manusia, jika is mampu memiliki karakter kuat, sikap yang bijak, kekayaan mentalitas, maka bisa jadi karya-karyanya akan mampu melintasi batas-batas zaman. In’ sejalan juga dengan pepatah: harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.

Lantas,”nama”seperti apa yang akan kita tinggalkan kelak? Di sini, kita sendiri yang akan menentukan. Jika banyak perbuatan baik yang terus dilakukan, niscaya nama balk pun akan terukir dalam kehidupan. Bahkan, sekecil apa pun peran yang kita jalankan. Kisah kecil ini, barangkali bisa menjadi refleksi, ingin seperti apa kita dikenang…

Suatu kali, seorang anak menangis tersedu-sedu saat pulang dari sekolahnya. Melihat itu, dengan penuh kasih sayang, ibunya mendatangi si bocah. Saat ditanya, apa yang terjadi, si bocah hanya diam saja, sembari tetap mengucurkan air mata. la kemudian hanya menyerahkan selembar surat yang menurut gurunya harus diberikan segera pada ibunya.

Sembari masih bertanya-tanya apa yang terjadi, si ibu segera membuka surat itu.Ternyata, surat itu menjawab pertanyaannya. Konon, inilah isi surat itu:”Karena anak Anda terlampau bodoh dan tak mampu memahami pelajaran serta menghambat kemajuan proses belajar mengajar di sekolah, demi rasa tanggung jawab kami kepada murid-murid lain, maka kami sangat mengharapkan agar anak Anda secara terhormat menarik diri sendiri dari sekolah.” Rupanya, sebelum diberikan surat itu, si anak sudah diberi tahu oleh gurunya, agar esok hari tak perlu masuk sekolah lagi. Hal itulah yang membuatnya menangis.

Mendapati kondisi itu, sang ibu tak tinggal diam. la berupaya agar si anak bisa sekolah lagi. Namun, karena tetap tak diterima oleh sekolah itu, sang ibu yang juga seorang guru kemudian bertekad,”Kalau sekolah tak mau menerimamu lagi, jangan khawatir, Nak. Ibumu pasti bisa menjadi guru yang balk untukmu…”

Sejak saat itu, si bocah diajari berbagai hal oleh ibunya. Hal itu membuat si bocah berkembang jadi anak yang punya keingintahuan sangat besar. la di antaranya sering membedah hewan, bukan untuk menyiksa, tapi untuk mengetahui apa yang ada di dalam tubuh binatang itu. Di lain waktu, is juga sering mengadakan berbagai eksperimen hingga akhirnya orangtuanya pun membuatkan laboratorium kecil di rumahnya.

Tumbuh dengan kasih sayang dari orangtuanya, si bocah jadi makin senang bereksperimen apa saja. Dan, karena orangtuanya tak punya cukup uang untuk membiayai kesenangan putranya, si bocah mencoba mandiri. la lantas berjualan koran dan permen untuk mencari uang tambahan guna membiayai penelitiannya.

Begitulah, si bocah kecil tumbuh jadi remaja yang sangat percaya did. Meski berkali-kali gagal dalam eksperimennya, is tetap terus mencoba dan mencoba lagi. Kasih sayang ibunya membuat ia jadi anak yang punya prinsip dan tak takut gagal. Bahkan, orang lain yang sudah menyerah saat berkali-kali kurang sukses dengan yang dilakukan, is terus maju. Dengan pembelajaran dan kasih sayang itulah, si bocah kini dikenal sebagai salah satu ilmuwanyang mampu mengubah dunia… Dialah Thomas Alva Edison, penemu bola lampu.

Kisah nyata itu adalah gambaran bahwa sang ibu berhasil “menanam”benih manusia tangguh pada diri Edison. Dan terbukti, hasilnya membuahkan karya yang tak lekang oleh zaman. Inilah bukti bahwa pepatah tumbuhkan pohon untuk kepentingan sepuluh tahun, kembangkan manusia untuk masa ratusan tahun menjadi kiasan yang tepat untuk menggambarkan “kekuatan” manusia. Kini, semua tergantung pada kita sendiri, akan jadi manusia seperti apa kita saat dikenang kelak.

Mari, kita tanam benih-benih kebaikan. Landasi pula semua tindakan dengan kekayaan mentalitas dan kekuatan keyakinan, maka peran apa pun yang kita jalani saat ini, akan bermakna bagi kehidupan.

Orang Tua Pada Anak

Orang Tua pada Anak

Orang Tua pada Anak

Menjadi Orang Tua yang baik, kadang harus membiasakan anaknya mengalami kesuliatan, bukan dilindungi dan dimanja. Saat Anak jatuh, bairkan dia belajar bangun. saat gagal, biarkan dia belajar sukses. Dengan terbiasa sejak kecil menghadapi kesulitan, si anak

Robert T. Kiyosaki

Robert T. Kiyosaki

Robert T. Kiyosaki

Robert Toru Kiyosaki (lahir 8 April, 1947) adalah seorang investor Amerika, pengusaha, penulis buku motivasi, pembicara motivasi, aktivis melek finansial, dan komentator keuangan sesekali. Kiyosaki mungkin paling dikenal untuk seri Ayah Kaya nya Poor Dad buku motivasional dan bahan lain yang diterbitkan di bawah merek Rich Dad. Ia telah menulis lebih dari 15 buku yang telah menggabungkan penjualan lebih dari 26 juta eksemplar.

Meskipun mulai sebagai penerbit diri, ia kemudian diterbitkan oleh Warner Books, sebuah divisi dari Hachette Book Group USA.. Buku barunya under the Rich Dad Press imprint. Tiga dari buku-bukunya, Rich Dad Poor Dad, Cashflow Quadrant Rich Dad, dan Panduan Ayah Kaya untuk Investasi, telah di nomor satu di 10 besar daftar buku terlaris secara bersamaan pada The Wall Street Journal, USA Today dan New York Times. Rich Kid Smart Kid diterbitkan pada tahun 2001, dengan maksud untuk membantu orang tua mengajarkan anak-anak mereka konsep-konsep keuangan. Dia telah menciptakan tiga “Cashflow” papan dan perangkat lunak permainan untuk orang dewasa dan anak-anak dan memiliki serangkaian CD “Rich Dad” dan disk.

Sebagai global financial literacy advocate, Kiyosaki telah menjadi pendukung setia kewirausahaan, pendidikan bisnis, investasi, dan bahwa konsep melek komprehensif keuangan harus diajarkan di sekolah-sekolah di seluruh dunia. Kiyosaki juga mengoperasikan blog sendiri dan memelihara bulanan kolom di Yahoo Finance menulis tentang pikirannya terbaru tentang ekonomi global, investasi, bisnis, pasar uang dunia, dan keuangan pribadi.

About Business Success

“What the Rich Teach the Kids About Money That They’re Not Taught by the Poor and Middle Class! “

About Business Success

About Business Success

You all have made two extraordinary gifts: your mind and your time. It’s up to you to do what you please with them. With every dollar that comes into your hands, you and only you alone have the power to decide your fate. Spend a fool, then you choose to be poor. Spend to liability, then you join the middle class. Invest it in your mind and learn how to acquire assets and you will be choosing wealth as your goal and your future. The choice is yours and yours only. Every day with every dollar, you decide to become rich, poor, or middle-class me.

If you choose to share this knowledge with your children, then you choose to prepare them to enter the world that awaits them. Others will not.

You and the future of your children will be determined by the choices you make now, not tomorrow.

We wish you rich and happy with the amazing gift called life.

Tentang Usaha Sukses !!!

” Apa Yang Diajarkan Orang Kaya Pada Anak-Anak Mereka Tentang Uang  Yang Tidak Diajarkan Oleh Orang Miskin Dan Kelas Menengah! “

Tentang Usaha Sukses

Tentang Usaha Sukses

Anda semua telah diberi dua anugerah luar biasa: pikiran anda dan waktu anda. Terserah pada anda untuk melakukan apa yang anda senangi dengan keduanya. Dengan setiap rupiah yang masuk ke tangan anda, anda dan hanya anda sendiri yang mempunyai kekuatan untuk memutuskan nasib anda. Habiskanlah dengan bodoh, maka anda memilih untuk menjadi miskin. Habiskanlah untuk liabilitas, maka anda bergabung dengan kelas menengah. Investasikanlah dalam pikiran anda dan belajarlah bagaimana mendapatkan aset dan anda akan memilih kekayaan sebagai tujuan dan masa depan anda. Pilihan itu ada di tangan anda dan hanya milik anda. Setiap hari dengan setiap rupiah, anda memutuskan untuk menjadi kaya, miskin, atau kelas me nengah.

Kalau anda memilih membagikan pengetahuan ini dengan anak­anak anda, maka anda memilih untuk menyiapkan mereka memasuki dunia yang menantikan mereka. Orang lain tidak akan melakukannya.

Anda dan masa depan anak-anak anda akan ditentukan oleh pilih­an yang anda buat sekarang, bukan besok.

Kami berharap semoga anda kaya raya dan bahagia dengan anu­gerah menakjubkan yang disebut kehidupan.

Wordpress Themes